Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Desain Pembelajaran Dalam Teori Elaborasi

Desain Pembelajaran Dalam Teori Elaborasi
Dalam teori elaborasi terdapat langkah-langkah pengembangan desain pembelajaaran.Adapun langkah-langkah pembelajaran menurut degeng (1997: 13) adalah sebagai berikut :

1. Analisi tujuan dan karajkter bidang studi

Pada tahap ini seorang perangcang pembelajaran akan menetapkan tujuan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Pada hakekatnya tujuan pembelajaran adalah menginformasikan apa yang telah dicapai oleh siswa pada akhir pembelajaran (Heartli dan Davis  dalam degeng , 1997:75 ) penyampaian tujuan belajar agar pada awal pertemuan menjadi penting karena tujuan belajar ini akan menjadi utama siswa, dan dengan diberikannya tujuan belajar ini siswa dihara[pkan akan dapat mengaitkan prestasi yang diharapkan penelitian degeng (1997: 75) menyatakan bahwa siswa yang diberitahu tujuan belajarnya sebelum belajar dimulai, mmmmmempperhatikan hasil belajar yamng lebih tinggi dari siswa yang tidak diberi tahu tujuan belajarnya.

2. Analisi Sumber belajar

Pada tahap ini seorang perancang akan mencoba untuk menentukan sumber-sumber belajar yang dapat dipergunakan kendala-kendala yang mungkin akan muncul. Dalam hal ini perancang mengadakan estimasi terhadap hal-hal berkaitan dengan sumber belajar. Dalam proses ini, maka seorang perancang aka membuat sumber  belajar yang akan dapat diomanfaakan oleh siswa dalam rangka mencapai tujuan bbelajar yang telah di tetapkan.

3. Analisis karaktestik pelajar

Pada tahap ini, seorang perancang pembelajaran akan mencoba untuk mempelajari  dan memahami siswa yang akan diberikan bahan ajar. Pada tahap ini perlu bagi perancang untuk mengadakan pengamatan terhadap karakteristik siswa. Dengan memahami karakteristik  masing-masing siswa. Maka perancang akan membantu  dalam menentukan strategi belajar akan diberikan  untuk masing- masing siswa. Dengan demkian, siawa ( individual differences)  pada tahap ini perancang akan dapat membuat  daftar karakristik si belajar.

4. Menetapkan tujuan belajar dan sipembelajar.

Tahap ini sebenarnya dapat segera diselasaikan pada saat  perancang menetapkan tujuan belajar dan m,enentukan karakteristik bidang studi pada tahap ini. Perancang akan membuat tujuan pembelajaran khusus (TPK) atau sering juga disebut dengan tujuan inttruksionol khusus (TIK) dengan demikian pada tahap ini perancang mulai menentukan spefikasi  atau hasil apa yang akan diproleh oleh siswa pada akhir tiap-tiap bab pada proses pembelajaran.

5. Menentukan strategi pengorganisasian  isi pembelsjaran.

Pada tahap ini perancang ini akan menentukan bagaimana isi pembelajaranini akan diorganisasikan. Pengorganisasian ini sangat dipengaruhi oleh kerakteristik ajar serta tujuan pembelajaran tersebut. Dengan ddemikian, untuk karakteristik bidang studi yang satu akan berbeda dengan karakristeritik bidang studi lain dalam upaya menentukan pengorganisasian isi pembelajaran.     

6. Menentukan strategi Penyampaian isi pembelajaran.

Penyetapan strategi penyampean sisa pembelajaran akan sangat bergantung  pada usaha perancang dalam menentukan sumber belajar akan di gunakan selama proses pembelajaran berlangsung sebab penyampean strategi tentu akan mempergunakan sumber belajar yang ada. Sehingga dapat dihindari penggunaan strategi penyampaian isi belajar yang tidak mempunyai sumber belajar.

7. Menetapakan strategi pengelolaan pembelajaran

Tahap pengelolaan pembelajaran ini sangat bergantung pada upaya perancang pembelajaran dalam menentukan karasteristik siswa. Sebab, dalam tahap ini, diperlukan masukan tentang karasteristik siswa dalam upaya untuk menentukan penjadwalan penggunaan komponen strategi pengorganisasian dan penyampaian pembelajaran, pengelolaan motivasional, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, dan control belajar ( degeng, 1997:16)

8. Pengembangan prosedur pengukuran hasil belanja

Dalam teori elaborasi, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari teori ini, merril dan twichell (1998:80) menyatakan keuntungan tersebut sebagai berikut:

1. Siswa akan mempunyai retensi yang lama terhadap bahan ajar.

Retensi atau ketahanan terhadap bahan ajar ini dapat berlangsung lama disebabkan karena materi atau bahan ajar yang diberikan kepada siswa diusahakan bermakna, dan siswa mwngalami sendiri apa-apa yang disjikan. Selain itu bahan yang disajikan saling terkait  antara satu dengan tang lainnya.

2. Siswa akan memperoleh pengetahuan secara utuh

Cara penyajian bahan ajar dilakukan secara berurutan ini pada akhirnya akan membuat siswa memahami materi yang diberikan secara utuh. Hal ini memungkinkan karena dalam proses pembelajaran tidak terjadi pengulangan-pengulangan bahan ajar yang dirasa tidak perlu. Bahan ajar yang disajikan dengan urutan yang jelas dan diberikan sedetail mungkin. Jika perlu, siswa dapat menggalinya sendiri diluar sumber-sumber belajar yang telah disediakan.

3. Siswa yang akan lebih menikmati (enjoy) belajar.

Penyajian bahan ajar dikelas pada prinsipnya tetap memperhatikan kebutuhan siswa dalam belajar. Didasarkan pada prinsip individual differences, maka penyajian bahan ajar ini tetap mengacu pada tingkat kemampuan masing-masing siswa yang berbeda. Hal ini dilakukan dengan mengadakan pengamatan terhadap kemampuan siswa pada awl pertemuan. Dengan data pengamatan ini, selanjutnya dapat didesain metode pembelajaran yang sesuai dengan cirri masing-masing siswa . harapanya siswa siswa dapat lebih menikmati belanja.

4. Siswa akan mempunyai motivasi yang tinggi akan mempelajari bahan ajar

Penyampaian bahan ajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa pada akhirnya diharapkan dapat memacu motivasi siswa untuk lebih mendalami bahan ajar yang disajikan.

Posting Komentar untuk "Desain Pembelajaran Dalam Teori Elaborasi"