Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jejak Rasulullah di Thaif, Dilempari Batu Namun Beliau Hanya Tersenyum

Jejak Rasulullah di Thaif, Dilempari Batu Namun Beliau Hanya Tersenyum
Umat Islam mana yang tidak mengenal Nabi Muhammad saw., semua pasti mengetahuinya walaupun belum pernah melihat secara langsung wajah Rasulullah saw. yang dicintai oleh semua umatnya. Nabi dan Rasul yang dilahirkan di Mekkah ini, memiliki begitu banyak keistimewaan, dan salah satu keiitimewaan beliau adalah akhlak dan budi pekertinya yang paling luhur sehingga beliau dijuluki sebagai "al-Amin". Julukan ini diberikan oleh orang Mekkah bukan karena ibunya bernama Aminah, tetapi karena beliau adalah orang yang paling amanah. Sehingga jika disandingkan dengan Namanya Nabi "Muhammad al-Amin" maka artinya "orang terpuji yang amanah.

Ketika Nabi Muhammad diangkan menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah, kemudian beliau ditugaskan untuk menyampaikan wahyu berupa ajaran agama Islam, hampir seluruh masyarakat Mekkah tidak suka dengan beliau, bahkan ada yang membenci dan memusuhinya. Mereka benci kepada Rasulullah bukan karena sifat atau perilakunya, akan tetapi yang tidak mereka sukai adalah ajaran yang menurut mereka baru dan akan menyingkirkan ajaran agama lama yang sudah ada di Mekkah sebelumnya.

Kalau kita baca berbagai referenci maka, kita akan temui bahwa perlakuan kafir Mekkah kepada Nabi sangat tidak berperi kemanusiaan. Banyak cara dan usaha yang dilakukan oleh mereka untuk menghadang risalah yang disampaikan oleh Rasulullah salallahu alaihi wasalam. Cara yang mereka gunakan dimulai dari yang lunak hingga keras agar Nabi berhenti dalam mensyiarkan agama Allah. Walaupun demikian, sebagai seorang utusan Allah Rasulullah tidak goyah dengan segala rayuan dan ancaman yang dilakukan oleh kafir Mekkah pada masa itu.

Perjalanan dakwah yang dilakukan pada saat itu sangatlah sulit, cacian dan makian sudah menjadi sesuatu yang biasa diteri oleh Nabi sehari-hari, bahkan penyiksaan secara fisik dan penghinaan secara terang-terangan di depan umum sudah pernah beliau rasakan.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, dikisahkan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad berjalan melewati suatu wilayah yang bernama Thaif, penduduk setempat di situ melihat beliau dan melemparinya dengan batu. Ketika melihat kejadian itu, malaikat merasa sedih dan dan datang mendekati Rasulullah seraya menawarkan untuk membalas perlakuan buruk penduduk thaif. Malaikat itu merasa kesal dan ingin melempari gunung kepada mereka.

Namun, tawaran malaikat tersebut ditolak oleh Rasulullah. Rasul ingin memperlihatkan kepada umatnya bahwa keburukan tidak boleh dibalas dengan keburukan, tetapi dibalas dengan kebaikan. Bahkan Rasulullah tidak sedikitpun memiliki rasa dendam kepada mereka, beliau mendo'akan dan berharap suatu saat kelak, anak keturunan penduduk Thaif menyembah Allah SWT, dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun. Hal ini terbukti bahwa seluruh penduduk Thaif saat ini menyembah Allah dan tempat ini biasanya dikunjungi oleh umat Islam dari berbagai Negara untuk mengenang kisah perjalanan dakwah Rasulullah salallahu alaihi wasalam.

Rasulullah memiliki Akhlak yang sangat mulia, hingga tak ada satu manusiapun saat ini dapat menandinginya. Walaupun demikian, kita sebagai umatnya berusaha untuk mengikuti jejak beliau, dengan memperbaiki akhlak sesuai dengan tuntunan yang telah diwariskan Rasulullah kepada kita yaitu Quran dan Hadis.

Posting Komentar untuk "Jejak Rasulullah di Thaif, Dilempari Batu Namun Beliau Hanya Tersenyum"