Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fungsi Bahasa Bukan Sekedar Sebagai Alat Komunikasi Manusia

Fungsi Bahasa Bukan Sekedar Sebagai Alat Komunikasi Manusia
Manusia pada umumnya manusia menggapa bahasa biasa-biasa saja. Coba bayangkan bila bahasa tiba-tiba menghilang dari kehidupan manusia. Dengan bahasa seorang bayi menangis untuk mengekspresikan dahaga, atau perlunya ganti diaper. Dengan bahasa seorang filsuf menemukan ekspresi atau nama untuk merujuk sebuah konsep. Penamaan terhadap konsep-konsep itu sendiri adalah langkah pertama untuk membangun pengetahuan.

Kata adalah simbol lisan atau tulis bagi benda atau konsep yang disebut referent sebagai objek kata. Karena berkomunikasi menggunakan bahasa untuk merujuk pada referent (rujukan), maka simbol itu permanen. Jika tidak, komunikasi menjadi berantakan. Jika tidak ditulis bahasa akan kehilangan sifat permanennya, sehingga rujukan bisa hilang. Karena itu bahasa tulis menjadi penting sebagai perekam peradaban peradaban manusia. (A. Chaedar Alwasilah; 2010).

Bahasa adalah seperangkat simbol, yang telah diatur oleh sistem tertentu, diketahui  oleh anggota masyarakat tertentu dan berdampak pada  komunikasi antara satu dengan yang lain. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling penting dalam kehidupan keseharian, tanpa bahasa manusia tidak dapat berkomunikasi. Bahasa merupakan sarana untuk saling memahami antara anggota masyarakat secara keseluruhan. Jika tidak mengerti salah satu bahasa yang lain maka akan terputus hubungan komunikasi, karena pesan yang disampaikan oleh pembicara tidak dapat dimengerti oleh orang yang diajak bicara (penerima), sehingga dapat menyebabkan kesalah pahaman.

Bahasa merupakan komponen paling penting dari budaya dan peradaban, yaitu sebagai sarana komunikasi dan interaksi antara sesama anggota masyarakat, dan merupakan sarana dalam melestarikan warisan budaya sehingga dapat menarik masyarakat lain dalam mempelajarinya, bahasa sebagai wadah untuk berpikir, manusia tidak dapat berpikir tanpa bahasa.

Fungsi Bahasa Bukan Sekedar Sebagai Alat Komunikasi ManusiaPada dasarnya fungsi semua bahasa di dunia sama saja, fungsi yang paling utama dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi, entah bahasa apapun itu dan dalam bentuk apapun itu. Dalam kenyataannya bahasa manusia digolongkan dalam beberapa tingkatan yaitu, bahasa lokal (bahasa daerah), bahasa Kebangsaan (bahasa Nasional), bahasa Internasional (bahasa dunia). Penggolongan bahasa ini untuk mempermudah komunikasi manusia. Bahasa lokal digunakan oleh hanya sebagian masyarakat yang tinggal di suatu tempat atau daerah tertentu, misalnya bahasa Jawa, bahasa Bugis, bahasa Makassar, bahasa Kei dan sebagainya. Bahasa kebangsaan digunakan sebagai lingua franca dalam suatu negara dan sebagai bahasa resmi kenegaraan. Bahasa internasional digunakan dalam komunikasi antar bangsa, dibutuhkan bahasa dunia agar tidak ada ‘ketersinggungan’ peradaban.

Ada sejumlah fungsi bahasa yang mendukung dokumentasi peradaban manusia. Dalam literatur lingustik kita mengenal berbagai fungsi bahasa dengan istilah kadang berbeda. Namun intinya sama bahwa bahasa sebagai alat komunikasi dan mendokumentasikan peradaban.

Fungsi Kognitif


Lewat ilmu pengetahuan dan filsafat manusia mencari kebenaran. Dengan bahasalah manusia menjelaskan proposisi-proposisi yang dipikirkannya, apakah benar atau salah, sehingga ia menerima atau menolaknya secara rasional.

Fungsi Emotion


Fungsi ini mencakup fungsi ekspresif dan evokatif. Yang disebut pertama merujuk pada peran menyatakan perasaan, yang disebut terakhir merujuk pada suasana yang menyebabkan orang lain memberi respon emosional terhadap suasan. Manusia memiliki fantasi dan idealisme untuk berlari mundur dari masa kini ke masa lalu, kemudian mengangkasa ke masa depan. Dengan leluasa ditinggalkannya ruang dan waktu di sini, untuk menjelajah ruang dan waktu di sana.

Fungsi Emparatif


Dengan bahasa manusia dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu. Dengan kata lain, dengan bahasa manusia mengontrol perilaku manusia lain. Politik adalah seni menguasai dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Maka muncullah istilah ‘bahasa politik’ sebagai kajian khususdalam sosiolingustik. Manusia harus memiliki keberanian untuk meraih kekuasaan.

Fungsi Seremonial


Manusia dimanapun juga mengenal upacara atau ritual, termasuk cara menghormati orang lain. Setiap masyarakat mesti menghormati ritual pada kulturnya masing-masing untuk mengendalikan dirinya. Karena kendali itulah ia bertahan secara sosial dan diperlakukan sebagai bagian dari umat. Aristoteles menyatakan bahwa manusia adalah makhluk sosial atau zoon politicon.

Fungsi Metalingual


Kelebihan bahasa manusia antara lain adalah kemampuannya untuk mendeskripsikan bahasa (dirinya sendiri). Bila kita menggunakan bahasa untuk merujuk pada benda seperti gunung, dan telaga misalnya, maka dikatakan bahwa kita menggunakan object language, yaitu bahasa untuk mendeskripsikan objek.

Informasi tentang fungsi bahasa membuat manusia terus melestarikan bahasa. Pelestarian bahasa dilakukan dengan membiasakan diri untuk berbicara dengan bahasanya. Namun terkadang orang salah mengartikan bahasa dalam pergaulan. Ia tidak cinta dengan bahasanya sendiri, padahal selain sebagai alat komunikasi bahasa juga sebagai identitas diri seseorang. Kesalahan dalam mengartikan bahasa dipengaruhi oleh komunikasi global yang lebih membesarkan salah satu bahasa dan mengkerdilkan bahasa lainnya. Hal seperti ini akan menyebabkan hilangnya salah satu peradaban dunia walaupun sekecil apapun peradaban itu.

Olehnya itu, untuk memelihara peradaban dunia yang dimiliki manusia, maka bahasa juga harus dipelihara keberlangsungannya. Ada dan tidaknya suatu bahasa tergantung dari pemilik bahasa itu sendiri. Bahasa akan terlihat menarik jika komunitas tertentu mengembangkan dan mempercantik lengustik bahasanya.  

Referensi
Prof. Dr. A. Chaedar Alwasih, Filsafat Bahasa dan Pendidikan, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2010.

Posting Komentar untuk "Fungsi Bahasa Bukan Sekedar Sebagai Alat Komunikasi Manusia"