Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Ilmu Pendidikan Oleh Beberapa Ahli

Pengertian Ilmu Pendidikan Oleh Beberapa Ahli
Pengertian Ilmu Pendidikan Oleh Beberapa Ahli. Masyarakat apapun itu, dari zaman dahulu hingga sekarang mengapresiasikan pendidikan sebagai sesuatu yang mulia. Hal ini didasarkan pada pendapat masyarakat bahwa pendidikan adalah proses pembelajaran yang nantinya akan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki kecerdasan kognitif, kecerdasan emosial, dan kecerdasan spiritual. Ketiga kecerdasan yang disebutkan, tidak terlepas dari keprofesionalan seorang guru dalam membimbing dan membina siswanya. Guru tidak dilihat dari apa yang dikatakan di depan publik, tapi yang dilihat apa yang dia ajarkan kepada siswa.

Pendidikan merupakan fenomena manusia yang fundamental, yang juga mempunyai sifat kontruktif dalam hidup manusia. Karena itulah kita dituntut untuk mampu melakukan refleksi ilmiah tentang pendidikan tersebut, sebagai pertanggung jawaban terhadap perbuatan yang dilakukan, yaitu mendidik dan dididik.

Kalau dilihat dari sejarah, pendidikan itu jauh lebih tua dari pada ilmu pendidikan, karena pendidikan itu sudah ada terlebih dahulu sejak awal terciptanya manusia. Sedangkan ilmu pendidikan baru lahir belakangan kira-kira pada abad ke 19 masehi. Sebelum lahir ilmu pendidikan, manusia melakukan tindakan mendidik dengan didasari atas pengalaman, intuisi, dan kebijaksanaan. (Hasbullah : 1997)

Ilmu pendidikan sebagai bagian dari pendidikan, akan mengarahkan pendidik untuk mengetahui proses belajar mengajar di dalam kelas atau di luar kelas, baik itu secara formal maupun non-formal. Karena pendidikan bukan sebatas di dalam kelas atau dilaksanakan secara formal saja, maka pendidik seyogyanya memiliki kompetensi mendidik yang baik untuk menunjang proses pendidikan.

Teori pada dasarnya merujuk pada sebuah rumusan formal dan tepat, bukan merujuk pada interpertasi yang diasumsikan. Asumsi atau wacana tidak semuanya memiliki dasar yang membenarkan, hanya sebagian saja yang memiliki dasar pembenaran. Itulah yang menyebabkan teori sekurang-kurangnya di dapat melalui penelitian yang baik dan mungkin saja memiliki seperangkat interpretasi nomothetic, dalam hal ini dilihat dari tradisi positivisme.

Dari sini untuk mengkaji teori pendidikan dibutuhkan seperangkat penelitian yang nyata, yaitu dilakukan secara langsung di lapangan, dengan melihat populasi yang kemudian dijadikan sebagai sampel penelitian. Setelah penelitian dilakukan dengan tahapan-tahapan tertentu, barulah ditarik kesimpulan tentang teori pendidikan.

Para pakar cenderung berpendapat bahwa sebaiknya kita menggunakan kriteria tersendiri sewaktu membahas teori-teoti pendidikan. (Chaedar Alwasilah : 2010).

Dalam mengkaji teori pendidikan, disesuaikan dengan kriteria-kriteria pendidikan yang dijalankan di daerah di mana pendidikan itu sedang dilangsungkan. Setiap daerah memiliki karakteristik tersendiri dalam proses pendidikan, karakteristik ini dipengaruhi oleh karakter fisik, budaya, lingkungan sosial, dan geografis. Sehingga teori-teori pendidikan selalu berbeda, walaupun pada dasaranya tujuan pendidika itu sama, selain itu untuk mengeneralkan suatu teori pendidikan di semua daerah harus melihat kesamaan masing-masing daerah, tidak serta-merta suatu teori di teliti di suatu daerah dapat dilaksanakan di daerah yang lain.

Walaupun Chaider Alwasih dalam bukunya mengatakan bahwa dalam membahas pendidikan kita menggunakan kriteria tersendiri, namun kriteria itu perlu juga mempunyai asumsi dasar yang ilmiah dari para pakar. Asumsi dasar tersebut akan menjadi landasan teoritis dalam meneliti pendidikan. Olehnya itu ada beberapa asumsi dasar tentang ilmu pendidikan yang disamapaikan oleh para pakar :

1. Prof. Dr. N. Driyarkara

Ilmu pendidikan yaitu pemikiran ilmiah tentang realitas yang disebut sebagai pendidikan (dididik dan mendidikan). Pemikiran Ilmiah bersifat metodis, kritis dan sistematis.


2. Prof. M. J. Langeveled

Pedagogi atau kalau dalam bahasa Indonesia Ilmu mendidik adalah suatu ilmu pengetahuan yang tidak saja menelaah tentang objeknya untuk mengetahui keadaan atau hakekat objek itu, tetapi mempelajari juga betapa hendaknya bertindak. Objek telaah dan kajian ilmu pendidikan adalah proses-proses atau situasi pendidikan

3.Prof. Brodjonegoro

Ilmu pendidikan atau paedagogi adalah teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan. dalam arti yang luas paedagogi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktik pendidikan.

Demikianlah beberapa batasan tentang ilmu pendidikan yang pada dasarnya ketiga pakar ini sepakat bahwa ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan. Ketiga batasan di atas bisa dijadikan sebagai pijakan awal dalam meneliti ilmu pendidikan yang kemudian dijadikan sebagai suatu teori dan nantinya akan digunakan dalam pelaksanaan pendidikan.

Posting Komentar untuk "Pengertian Ilmu Pendidikan Oleh Beberapa Ahli"