Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ajaran Cinta dan Kasih Sayang Kepada Sesama Manusia dalam Islam

Ajaran Cinta dan Kasih Sayang Kepada Sesama Manusia dalam Islam
Islam merupakan agama yang rahmatan lil alami, mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang baik itu dalam hubungannya dengan Allah, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam.

Cinta dan kasih sayang kepada sesama manusia, dalam Islam tidak sebatas cinta kepada keluarga atau cinta kepada sesama umat Islam saja, tetapi cinta dan kasih sayang itu sudah melampaui semua itu. Pembukaan surat dalam Al-Quran yaitu surat Al-Fatihah menyebutkan bahwa Allah itu maha rahman dan rahim. Maha rahman artinya pengasih dan maha rahim adalah penyayang. Kedua sifat ini menjadi dasar pertama umat Islam dalam membangun kehidupan dengan umat yang lain dan dengan alam semesta. Di dalam al-Quran banyak ayat-ayat tentang cinta dan kasih sayang yang bisa ditemui.

Dalam hubungannya dengan makhluk Allah, umat Islam diperintahkan untuk menghormati, mengasihi dan memelihara hubungan yang baik dan harmonis. Bahkan cinta dan kasih sayang adalah bagian dari iman seseorang. Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah bahwa "tidak beriman salah satu diantara kalian, sampai dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri." (H. R. Bukhari dan Muslim). Cinta kasih kepada sesama manusia merupakan bentuk keimanan kepada Allah. Karena menjalin hubungan baik merupakan bagian dari konsep kehidupan yang hakiki, dimana semua manusia hakekatnya sama di mata Allah, yang membedakan hanyalah tingkat keimanan dan ketaqwaan.

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Abu Daud menyebutkan bahwa, "Orang-orang yang memiliki rasa kasih sayang pasti disayang Allah, oleh karena itu sayangilah penduduk bumi, niscaya kamu akan disayangi oleh penghuni langit, yaitu para malaikat." Menyayangi penduduk bumi adalah menyayangi semua manusia tanpa membedakan latar belakang, dan menyayangi semua makhluk lainnya seperti hewan tumbuhan, dan termasuk benda mati.

Menyayangi penduduk bumi dilakukan dengan cara menjalin silaturahmi antar sesama, saling membantu dalam masalah sosial, menyeru kepada kebaikan, saling hormat menghormati, saling menghargai, menjaga kedamaian, dan mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan dengan kepentingan individu atau kelompok tertentu. Bentuk cinta dan kasih sayang kepada alam dilakukan dengan menjaga kelestarian alam dan tidak merusak alam.

Ajaran Islam tentang kasih sayang ini sangat hakiki dan merupakan penghubung manusia kepada Allah. Hal ini diajarkan oleh Rasulullah saw. sebagaimana sabdanya "sesungguhnya kasih sayang itu cabang kepada Allah, siapa yang menyambungnya maka Allah akan menyambung (kasih sayang) dengannya, dan siapa yang memutuskannya, maka Allah akan memutuskan (kasih sayang) dengannya." (H. R. Bukhori). Kasih sayang dalam Islam itu sifatnya permanen, karena dengan membangun kasih sayang dengan makhluk Allah, maka seseorang sudah menyambung hubungan baik dengan Allah. Hubungan ini akan dibalas oleh Allah dengan memberikan kasih sayangNya kepada seseorang tersebut.

Islam tidak mengajarkan kasih sayang yang sifatnya kontemporer atau dapat berubah. Islam juga tidak mengajarkan kasih sayang yang sesaat atau untuk kepentingan duniawi semata. Cinta dan kasih sayang yang diajarkan itu menentramkan, dan menyejukkan. Sehingga jika ada orang atau kelompok tertentu yang mengatasnakan Islam melakukan perbuatan intoleran, maka sebenarnya mereka tidak sedang melakukan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya, tetapi mereka sedang melakukan perbuatan setan yang dilaknat Allah swt.

1 komentar untuk "Ajaran Cinta dan Kasih Sayang Kepada Sesama Manusia dalam Islam"